Danke für Ihre Hilfe [ Edisi : Dozo ]

Kamis malam, aku memutuskan untuk berangkat kursus di saat kondisi fisik agak kurang sehat. Setelah mandi dan sholat magrib terasa ada energi tambahan untuk berangkat. Malam itu adalah malam terakhir di sesi bahasa Jerman karena minggu depan sudah mulai ujian akhir. Seperti biasa jarak dari kos ke tempat kursus yang tidak seberapa jadi memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana. Fyuuh, akhirnya sampai juga dengan telat 20 menit. Seperti biasa kelas sudah penuh dan kali ini penuh sesak sampai ada shaf tambahan di deret paling depan.

“Frau masih ada kursi yang kosong?” tanyaku di depan pintu sehingga membuat seluruh mata melihat ke arahku.

“Sebentar..sebentar” jawab Frau Dhita sambil membagikan kertas latihan kepada yang lain. Kelihatannya Frau Dhita bingung dengan kondisi ini. Di sisi lain aku masih mencari celah agar dapat mengikuti kelas pada malam itu dengan segala latar belakang yang kuat seperti yang kuutarakan di awal tadi.

Tiba-tiba di tengah kebingungan itu ada yang menawarkan kursinya kepadaku. Baca lebih lanjut

Iklan

Pencarian

kesana-kemari-mencari-alamat-againKesana kemari mencari alamat….mencari alamat siapa sih? Pencarian apa sih? Hmm… Cerita begini …

Pada suatu sore menjelang magrib, saya bermaksud mencari toko beras. Kali ini saya mencari toko beras yang agak jauh dari kosan. Soalnya, toko beras yang ada di dekat kosan sudah dua hari selalu tutup pada saat saya sampai di kosan. Saya biasanya akan setia menunggu toko dekat kosan, karena beras langganan saya hanya ada di sana. Saya sudah cocok dengan jenis beras tertentu di sana.  Maklum, orang Minang biasanya agak sulit menyesuaikan dengan beras pulen yang banyak di jual di sini. Saya biasanya beli beras yang biasa digunakan untuk membuat nasi goreng, karena teksturnya yang berbulir jika sudah dimasak, tidak lengket, seperti kebanyakan jenis beras yang ada di Sumatera Barat. Akhirnya karena sudah beberapa hari menahan untuk tidak memasak nasi sendiri, jadinya saya putuskan untuk mencarinya di toko lain. Baca lebih lanjut

Tawaran ke Jerman

Kabar gembira untuk kita semua…

manggisBegitu becandaan teman-teman setelah meeting sore tadi. Becandaan itu menirukan salah satu iklan,  karena saat itu kami semua dapat pembagian buah yang salah satunya buah manggis. Setelah rapat, saya beralih ke musholla untuk sholat ashar dan bersiap-siap pulang. Setelah sholat ashar, tiba-tiba saya dipanggil oleh atasan saya dan ditawarkan untuk mengikuti sebuah pelatihan.

Ibu N : “Alfi, mau ikut pelatihan?”

AL : “Pelatihan apa Bu?”

Ibu N: “Ini ada pelatihan tentang quality assurance

AL : “Waah,,, dimana Bu?”

          Biasanya salah satu kampus di Jogja sering mengadakan pelatihan ini.

Ibu N : “Jerman”…

Jengjeng….jengjeng…kabar gembira untuk kita semuaa

Tiba-tiba lagu iklan M*stin tengiang-ngiang di telinga

AL : Syaratnya apa aja Bu? Waah, pasti harus ada syarat khusus ini itu bla bla bla…

(Kemudian percakapan berlanjut dan saya semakin antusias 😀 )

…………..

……..

…..

Baca lebih lanjut

Pelangi Diaryna di Usia 3 tahun

29Kyaaaa….ngacirternyata hari ini tanggal 29 maret 2013. Ada apa dengan 29 maret? Hari ini libur nasioanal… Yup. Hari ini Jum’at… Yup. Hari ini Pelangi Diaryna ulang tahun yang ke tiga, itu poin pentingnya :-D. Kemarin gak sengaja ngecek, sebenarnya blog saya ini ulang tahunnya kapan. Sempat kaget, ternyata 29 Maret yang berarti satu hari setelah saya mengecek tanggalnya. Baca lebih lanjut

Belajar, Belajar dan Terus Belajar

Hari ini, sore ini…kembali saya mencoba untuk merangkai kata demi kata di sini. Di blog yang sudah lama saya tinggalkan. Yaah, sudah sangat lama saya meninggalkan Pelangi Diaryna dengan berbagai alasan yang entah “alasan yang sebenarnya” atau “cuma dibuat-buat” yang berujung dengan “mencari-cari alasan”. Apapun itu, sore ini saya hanya ingin menulis sesuatu di sini. Terkadang keinginan menulis itu baru datang karena ada suatu peristiwa atau suatu hikmah yang didapatkan dari suatu kejadian. Baca lebih lanjut

Jika Izrail Datang Malam Ini

Jika Izrail datang malam ini…

Berarti besok adalah hari penguburanku …

Jika di kuburan nanti gelap dan tak ada cahaya, apakah yang bisa menerangiku?

Jika di kuburan nanti banyak kecoa, tikus dan ular dengan apa aku menghindarinya?

Jika di kuburan nanti sunyi apa yang akan menghiburku?

Jika di kuburan nanti sempit apa yang akan melapangkanku?

Jika di kuburan nanti sepi siapakah yang akan menemaniku? Baca lebih lanjut

Bagaimana Jika Baterai Jiwamu Tidak Dicharge?

Aku putuskan berangkat ke Serpong menemui adikku sore itu. Sepulang kuliah jam tiga sore aku menelpon travel untuk memesan satu kursi tujuan Serpong lalu bergegas balik ke kosan untuk membereskan hal-hal yang perlu dibawa. Hari itu kuliah yang padat, membuatku serba terburu-buru untuk melakukan ini itu. Ternyata aku dapat travel yang jam 17.30 dari Cihampelas. Yah, tak apalah. Tidak terlalu malam.

Kalau ke Tangerang sih sudah sering, jadi tidak ada yang perlu aku takutkan jika pergi ke sana sendirian. Namun ini Serpong, daerah di sekitar Tangerang Selatan. Aku baru sekali ke sana waktu mengantar adikku tes. Sekarang keadaanya, aku pergi sendiri pada malam hari serta aku belum tau pasti tempat kos adikku. Agak ragu juga untuk berangkat sore itu, namun keadaan mengharuskanku berangkat sore itu juga. Yahh..modal nekat semangat sang petualang sajalah. Semoga selamat sampai di tujuan. Baca lebih lanjut