Pencarian

kesana-kemari-mencari-alamat-againKesana kemari mencari alamat….mencari alamat siapa sih? Pencarian apa sih? Hmm… Cerita begini …

Pada suatu sore menjelang magrib, saya bermaksud mencari toko beras. Kali ini saya mencari toko beras yang agak jauh dari kosan. Soalnya, toko beras yang ada di dekat kosan sudah dua hari selalu tutup pada saat saya sampai di kosan. Saya biasanya akan setia menunggu toko dekat kosan, karena beras langganan saya hanya ada di sana. Saya sudah cocok dengan jenis beras tertentu di sana.  Maklum, orang Minang biasanya agak sulit menyesuaikan dengan beras pulen yang banyak di jual di sini. Saya biasanya beli beras yang biasa digunakan untuk membuat nasi goreng, karena teksturnya yang berbulir jika sudah dimasak, tidak lengket, seperti kebanyakan jenis beras yang ada di Sumatera Barat. Akhirnya karena sudah beberapa hari menahan untuk tidak memasak nasi sendiri, jadinya saya putuskan untuk mencarinya di toko lain.

Sore itu saya putuskan jalan kaki mencari toko lain yang menjual beras. Seharusnya dalam prediksi saya, saya akan mudah menemukannya tanpa hambatan yang berarti. Saya memprediksi di sebuah deretan sebut saja deretan X, di sana di salah satu tokonya ada yang menjual beras.

beras

Gimana? Bingung dengan gambar di atas? 😀 hehehe. Mari saya ceritakan.

Ketika sampai di sebuah deretan ruko X, di persimpangan jalan (no.1) entah kenapa saya dengan yakin menuju jalan sebelah kiri (no.2) berharap saya bisa menemukan tokonya lebih cepat melalui jalan itu. Saya dengan perasaan yakin toko beras itu ada di deretan paling belakang. Saya terus berjalan melalui deretan toko paling belakang (no.3), satu persatu saya telusuri. Namun, toko beras yang diharapkan tak kunjung jua kelihatan. Sampai akhirnya menuju no.4 sampailah di deretan toko paling depan. Sesaat kemudian saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan lewat. Saya coba bertanya mengenai toko beras yang dimaksud, ternyata dia juga tidak mengetahuinya. Saya terus berjalan menuju no.5. Tiba-tiba saya kepikiran melihat ke belakang, dan melihat toko-toko sekitar yang ada di seberang jalan. Terbersit, jangan-jangan tokonya ada di seberang. Akhirnya saya putuskan berjalan ke seberang (no.6).

Sampai di deretan toko seberang jalan, akhirnya saya malah tertarik dengan pempek yang dijual di salah satu ruko. Setelah membeli pempek, saya kembali menelusuri jalan 5. Melangkah beberapa langkah saya kembali ke penjual pempek tadi dan menanyakan kira- kira dimana lokasi toko beras terdekat (mulai putus asa). Si penjual menunjuk ke arah jalan no. 5. Dengan langkah yakin akhirnya saya kembali berjalan ke arah jalan no.5. Satu per satu saya lihat ruko sebelah kanan….tadaaaa…ternyata toko beras (no.7) itu persis satu toko sebelum saya memutuskan untuk berjalan ke arah kiri (no 1) di awal memasuki deretan ruko daaan satu toko sebelum saya memutuskan berjalan ke arah deretan ruko melalui jalan no. 6.

ini dia

Akhirnya ditemukan juga toko beras yang dicari-cari. Fiiiuuuhh…*elap keringat*

Setelah selesai membeli beras dalam perjalanan pulang, terbersit sesuatu di pikiran. Pasti ada hikmah dari perjalanan pencarian toko beras yang sebenarnya simple ini. Begitulah, manusia hanya bisa berencana dan berprasangka bahwa mencari toko beras itu mudah, bahkan di saat kita sudah yakin seyakin-yakinnya, tapi ternyata semua kendalinya ada di tangan Allah. Allah membuat saya berjalan-jalan dulu mengitari ruko sampai akhirnya tergoda dengan pempek yang ada di seberang jalan, baru akhirnya saya menemukan yang sejak awal dicari tadi. Semuanya adalah kehendak Allah SWT.

Apa yang kita inginkan tidak selalu mudah dan sesuai dengan prediksi kita. Apa yang kita inginkan tidak selalu langsung dikabulkan oleh Allah. Bisa jadi Dia menunda pengabulannya. Bukan berarti Dia tidak mengabulkannya.

Segala sesuatu di dunia ini terjadi atas kehendak dan ridho dari-Nya. Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan itu terjadi atau tidak

Kemudian apa lagi hikmahnya?

Hm…yang jelas kata-kata hikmah di atas mungkin sudah sering kita dengar dan baca di beberapa media. Tapi kata-kata itu begitu meresap bagi saya setelah saya mengalaminya sendiri :-). Alhamdulillah, Allah masih sayang dan memberikan pelajaran dan hikmah dalam setiap perjalanan ini.

*****

Sumber gambar 1 : di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s