Liebe braucht eigentlich keine Gründe

Sore ini ketika saya pake kaos “olahraga” berlogo bendera Jerman ada seorang teman yang bertanya, “kenapa bisa suka Jerman?”.

“ehmmm…kenapa ya? Suka aja..” jawab saya sekenanya.

“Perlukah alasan untuk menyukai sesuatu? ” saya menambahkan sambil bertanya balik yang akhirnya membuat si teman terdiam sambil tersenyum. 

Sebenarnya ketika lagi malas menjelaskan sesuatu, saya akan menjawab sekenanya dengan bilang “sukaaa aja”. Nah…kali ini kita tidak membahas tentang mengapa saya menyukai Jerman. Hanya saja tiba-tiba kepikiran dengan pertanyaan yang tanpa sengaja saya lontarkan tadi.

“Perlukah alasan untuk menyukai sesuatu?”

Liebe braucht eigentlich keine Gründe

Ada yang bilang, saya menyukai benda ini karena bla bla bla. Saya tidak suka itu karena bla..bla..bla.

Namun, ada kalanya juga ketika menyukai sesuatu kita tidak bisa menjelaskan alasan konkretnya dengan kata-kata. Menurut saya satu hal yang mungkin,  karena tak ada alasan untuk “tidak menyukainyalah” yang membuat sesuatu itu disukai (apalah ini? ngerti kan maksudnya?). Ketidaksukaanlah yang perlu alasan dan ketidaksukaanlah yang menimbulkan banyak alasan.

Berikut ada penggalan dialog dalam film madagaskar:

King Julien : I want to watch animals on the computer. Well, I want to watch me on the computer, you know. Eh, what is a computer?

Mort : I like computers!

King Julien : So you know?

Mort : No, but I don’t have to know… to like!

Hmmm…seperti yang dikatakan Mort, ” I don’t have to know… to like!”

Seperti yang dituliskan Tere Liye berikut dalam bukunya “Berjuta Rasanya”

“Urusan ini sebenarnya amat sederhana. Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.”

So, bagaimana menurut narablog semua tentang pertanyaan itu?

“Perlukah alasan untuk menyukai sesuatu? Kenapa?”

Iklan

3 pemikiran pada “Liebe braucht eigentlich keine Gründe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s