Aku Mulai Terbiasa dengan Panggilan Itu [U-N-I]

Nabi menganjurkan, panggil-lah seseorang dengan panggilan yang paling dia senangi. Setiap orang tentu punya panggilan kesayangan dari orang-orang tersayangnya 😉 bukan?. Ya..saya juga punya panggilan kesayangan dari orang-orang tersayang di sekitar saya .

Kalo di rumah, saya dipanggil “Kak” tentunya oleh adik saya Isil, kadang-kadang Ibu & Papa juga manggil kak. Alasannya karena memang saya anak paling tua. Panggilan dari seorang adik yang biasa saja sebenarnya. Karena hampir semua kakak di Indonesia dipanggil dengan sebutan itu. Walau itu termasuk kategori panggilan yang biasa-biasa saja, tapi bagi saya itu merupakan panggilan yang istimewa apalagi diucapkan oleh orang-orang terdekat dan sudah melekat sejak kecil.

Berawal dari panggilan Kak oleh Isil, maka adek-adek sekitar rumah juga manggil saya dengan panggilan Kak rina. Teman-teman Isil juga manggil dengan kak rina. Adek-adek kelas di sekolah dari SD-SMA juga manggil kak rina.  Jadilah panggilan Kak Rina  menjadi panggilan yang paling akrab di telinga.

Ketika kuliah, adek-adek tingkat juga kebanyakan memanggil dengan Kak Rina atau Kak saja. Jadi, jika ketemu di jalan ada yang menyapa Kak Rina atau cuma Kak saja, saya akan dengan cepat menolehkan kepala mencari sumber suara .

Keadaanya sedikit berbeda ketika ada beberapa orang adek tingkat yang memanggil saya dengan panggilan Nirina (ehmm..kayak nama artis yah ,,haha 😀 bukan, itu singkatan dari Uni rina). Sebenarnya, saya memerlukan sedikit waktu untuk beradaptasi dengan panggilan itu. Ketika awal-awal ada yang manggil uni, saya tidak memiliki respon secepat ketika ada yang memanggil kak untuk menolehkan muka mencari sumber suara . Agak aneh memang.

Ketika berbicara dengan orang yang memanggil kak, saya akan dengan lancar menjawab dan memanggil diri sendiri dengan kak untuk menanggapi percakapan itu. Namun, jika ada yang memanggil uni, saya lebih sering memanggil diri saya dengan “Na” yang biasanya saya gunakan jika berbicara dengan teman sebaya. Saya masih kesulitan untuk memanggil diri saya sendiri dengan uni.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya dengan sedikit usaha saya bisa juga memanggil diri sendiri dengan uni dan lebih memekakan perasaan dan telinga jika di jalan ada yang memanggil uni.

Nah, ketika pindah ke Bandung panggilan uni itu juga mulai jarang saya dengar. Karena di sini saya cuma dengan Isil, yang sudah memanggil saya dengan Kak sejak kecil, serta  teman-temannya Isil juga memanggil dengan sebutan Kak. Kembali saya akrab dengan panggilan kak dan terkadang juga harus membiasakan diri dipanggil “teh”.

Namun, beberapa bulan belakangan ini saya kembali mendengarkan panggilan lama yang sudah jarang terdengar itu.
U-N-I.
Just Uni bukan Uni alfi, Ni~rina atau Uni rina, hanya U-N-I.

Kali ini panggilan itu bukan dari orang yang usianya di bawah saya, namun dari teman seangkatan yang mungkin hanya beda usia beberapa bulan dengan saya. Kemudian diikuti oleh beberapa orang teman lainnya, yang lama kelamaan itu sudah menjadi sebuah nama panggilan. Sebuah panggilan baru pengganti nama saya.

Bahkan teman-teman yang usianya lebih tua pun ikut-ikutan memanggil uni. Bukan berarti dengan mereka memanggil saya Uni, saya menjadi orang yang paling tua di kelas. Saya menganggap itu adalah panggilan kesayangan dari teman-teman. Sebuah panggilan yang membuat jarak antara kita semakin kecil. Panggilan yang membuat saya menjadi semakin dekat dengan teman-teman. Yaa…saya senang di panggil UNI. Sangat senang dipanggil UNI.

Sekarang, jika ada yang memanggil Uni di jalan saya pasti dengan cepat akan menolehkan kepala untuk mencari sumber suara. Uniii…Yes I am 😉 .

Iklan

34 pemikiran pada “Aku Mulai Terbiasa dengan Panggilan Itu [U-N-I]

  1. Sepertinya panggilan uni memang bagus. Dan yang pasti tidak perlu beradaptasi lama lagi karena memang panggilan uni sudah familiar kan sewaktu tinggal di padang. Memang sedikit agak berbeda di Bandung, tapi bedanya kan sedikit saja anatara Nirina dan uni 🙂

  2. Uni rina, disingkat jadi ni rina, digabung jadi nirina
    kalo digabung dan disingkat jadinya nirin
    kalo sangat disingkat –> un

    keknya panggilan “un” indak populer di sinan do yoh.. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s