-SanG JuaRa-

Di keheningan malam, tak sengaja saya mendengar suatu cerita motivasi dari salah satu chanel radio. Mungkin ada yang sudah pernah mendengar ceritanya. Kalau yang belum pernah mendengar, baiklah akan saya bagi di sini. Begini ceritanya…

Suatu ketika seorang anak sedang mengikuti lomba mobil balap mainan. Suana sungguh meriah siang itu, karena saat itu adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang, dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, karena memang begitulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Peter, mobilnya tidak begitu istimewa tapi dia termasuk ke dalam empat orang anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Peter yang paling tidak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil yang lainnya. Ya, memang mobil itu tidak begitu menarik, dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya. Tentu tidak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Peter bangga dengan itu semua. Sebab itu semua buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan, final balap mobil mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan telah siap empat mobil dengan empat pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan empat jalur yang terpisah dari yang lainnya. Namun, sesaat kemudian Peter meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian ia berkata, “Ya, aku siap”.

Doorr !! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itupun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. Dan ternyata di akhir balapan, Peterlah pemenangnya. Ya, semuanya senang. Begitu juga Peter. Ia berucap dan berkomat-kamit lagi dalam hati, “Terima Kasih Tuhan”.

Saat pembagian piala tiba, Peter maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, “Hai jagoan, kamu pasti tadi bedoa kepada Tuhan, agar kamu menang kan?”

Peter terdiam. “Bukan Pak, bukan itu yang saya panjatkan. Sepertinya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong saya mengalahkan orang lain. Saya hanya ingin memohon kepada Tuhan, supaya saya tidak menangis jika saya kalah. “

Semua hadirin terdiam mendengar hal itu. Sesaat setelah itu, terdengarlah gemuruh tepuk tangan memenuhi ruangan itu.

Mungkin telah banyak waktu yang kita gunakan untuk berdoa pada Tuhan, untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Padahal yang kita butuhkan adalah bimbinganNya, tuntunanNya dan panduanNya.

Kita sering merasa terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa dan sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tidak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui ? Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya Tuhan sedang menguji setiap hambaNya yang sholeh .

Semoga nanti malam tim nasional Indonesia juga bisa membuktikan kalau mereka adalah Sang Juara. Apapun hasilnya nanti malam, menang atau kalah, mereka tetap Sang Juara di hati rakyat Indonesia.

Saat ini,

Saya hanya ingin mamanjatkan do’a agar TimNas Indonesia diberikan bimbingan, tuntunan, dan panduan dari Allah SWT agar mereka dapat melakukan yang terbaik dalam pertandingan nanti malam.

Saya hanya ingin berdo’a semoga pertandingan nanti malam berlangsung damai

Saya hanya ingin berdo’a semoga tidak terjadi kerusuhan antara supporter Malaysia dan Indonesia nanti malam. Semoga supporter Indonesia dapat membuktikan kalau kita bangsa yang beradab, bukan anarkis.

Saya hanya ingin berdo’a supaya saya tidak menangis jika TimNas kalah dalam pertandingan nanti malam

Terakhir, lima jam sebelum pertandingan dimulai ini, saya ingin berdo’a semoga nanti tiba-tiba saja ada yang ngajakin saya nonton bareng.

Amiiin….

😉

Iklan

12 pemikiran pada “-SanG JuaRa-

  1. Jelas, nanti malam siap2 pesta merayakan kemenangan timnas kita. 😆

    Tetap aja…
    kekalahan kemarin di Malysia benar2 menyesakkan dada… 😦
    Semua gol Malyasia bener2 gak harus terjadi kalo semua bek terus konsen… 😦

  2. Kita semua berharap agar Timnas dan seluruh rakyat Indonesia diberi kekuatan untuk tidak menangis apabila mengalami kekalahan persis seperti doa Peter takkala akhirnya ia menjadi pemenangnya 🙂

  3. TIMNAS telah menyatukan kita semua. Dari presiden sampai pedagang asongan semuanya tertawa bersama di GBK, inilah malam Bhineka Tunggal Kita. Ucapkanlah terima kasih kita pada pasukan Garuda yang telah memberikan yang terbaik.

  4. selama 80 menit lebih pertandingan, justru saya terharu liat ekspresi iorfan bachdim ektika dia tarik keluar. dia menangis. menangis bukan karena diganti, tapi dia belum bisa menyembahkan yang terbaik untuk negaranya. ini tpikal seorang pahlawan, merasa bersalah, meski sudah memberikan yang super….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s