Rina Bicara Dikit tentang Bola

Piala Dunia baru saja dimulai Jumat (11/06) lalu yang ditandai dengan Opening Ceremony yang digelar di Soccer City Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan. Beberapa pertandingan sudah berlangsung. Tentunya satu bulan ke depan pesta bola tingkat dunia ini akan menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Bagaimana dengan Indonesia? Ya…Indonesia tak kalah semangatnya dengan negara-negara lain yang tim nasionalnya ikut berlaga di ajang bergengsi itu. Sayang,, Indonesia hanya bisa menjadi penonton dan supporter.

Menurut sejarahnya, Indonesia sebenarnya pernah tampil di ajang Piala Dunia pada tahun 1938 di Prancis. Hanya saja ketika itu tampil atas nama Hindia Belanda. Sayang pada saat itu Indonesia belum merdeka. Sampai saat ini Indonesia belum mampu lagi untuk tampil di ajang piala dunia. Apa yang jadi permasalahan dengan persebakbolaan Indonesia ? Jika dilihat, permasalahan sepakbola Indonesia memang sudah seperti benang kusut. Mulai dari korupsi di dalam tubuh organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), kerusuhan pemain dan penonton, dan banyak masalah lainnya yang menjadi sorotan.

Indonesia harus banyak berbenah agar bisa eksis kembali di laga Internasional, minimal di tingkat Asia Tenggara. Baik dari segi internal pemain, PSSI dan oknum-oknum di dalamnya, serta supporter semuanya perlu banyak perbaikan. Sudah saatnya image sepak bola Indonesia yang identik dengan “rusuh”, berganti dengan fairplay, aman dan nyaman. Semoga kali ini Indonesia bisa mengambil banyak pelajaran dari piala dunia.

Dari 32 tim yang ikut andil dalam piala dunia 2010, tentu akan banyak supporter dari seluruh dunia yang menyaksikan pertandingan secara langsung di Afrika Selatan. Coba kita lihat ke depannya, apakah ada penonton yang rusuh dan malah jadi saling bunuh-bunuhan atau penonton yang masuk ke lapangan seperti di Indonesia? Jika kita ingat kembali ajang piala dunia sebelumnya, hal itu hampir bisa dikatan tidak terjadi. Walaupun ada satu dua yang menyimpang, tapi tidak seekstrem di Indonesia.

award perdamaian "bola untuk persatuan" dari mas daniel

Dari sisi untuk bangkitnya timnas Indonesia, sepertinya kita bisa berkaca kepada Afrika Selatan, tuan rumah piala dunia kali ini. Seperti yang saya kutip dari metrotvnews.com berikut :

Pada tahun 1995, beberapa tahun setelah Afsel meninggalkan politik apartheid dan Mandela terpilih sebagai presiden, ia melihat momentum besar untuk menyatukan bangsa Afsel yang masih terpecah-pecah. Afsel ketika itu ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia Rugbi. Namun ketidakkompakan bangsa Afsel tercermin juga pada  tim rugbi negeri itu. Pada permainan yang mengandalkan kekompakan tim, para pemain Afsel justru asyik bermain sendiri-sendiri. Mereka sama sekali tidak bermain untuk tim. Akibatnya, tim Afsel dengan mudah menjadi bulan-bulan tim besar seperti Australia, Inggris, atau Selandia Baru.

Di sinilah Mandela menunjukkan pribadi yang tidak mudah ditaklukkan. Secara khusus ia kemudian memanggil kapten tim rugbi Afsel, Francois Pienaar untuk datang ke kantor presiden dan berbincang dari hati ke hati. Dengan melepas semua atribut yang ada, Mandela mengajak Pienaar untuk berdiskusi tentang peran yang harus dimainkan seorang warganegara, termasuk seorang kapten tim olahraga untuk memberikan kebanggaan kepada negerinya.

Dialog dari hati ke hati dari dua warga berbeda warna kulit itu menjadi titik balik kebangkitan tim rugbi Afsel. Kekompakan di dalam tim kemudian menular ke seluruh negeri. Semua orang melupakan perbedaan warna kulit dan mereka bersatu menjadi bangsa Afsel. Semua orang tidak ada yang mau ketinggalan untuk mendukung tim rugby Afsel dan akhirnya Afsel membuat sejarah baru menjadi juara dunia rugbi 1995. Itulah yang menjadi momentum bagi Afsel untuk kemudian bisa membuat tim sepak bola mereka lolos ke Piala Dunia 1998 di Perancis. Kini bahkan mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

Semoga saja sepakbola Indonesia bisa bangkit dan kembali berjaya. Antusias untuk memajukan sepakbola Indonesia juga terlihat dari Masyarakat Sepakbola Indonesia (MSI). Organisasi ini memanfaatkan momentum piala dunia untuk mengkampanyekan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2022 di Afrika Selatan. Jika itu disetujui, setidaknya Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk bebernah diri sekitar 12 tahun ke depan. Sehingga kita juga bisa menyanyikan “This time for Indonesia”.

OK…Selamat menikmati “pesta bola” selama satu bulan ke depan, tentunya dengan tidak mengabaikan kewajiban serta tidak mengganggu aktivitas dan rutinitas sehari-hari. Sayangnya, piala dunia kali ini saya tidak bisa menikmati pertandingannya karena tidak ada TV di kosan. Hiks…:'(. Namun, tidak ada TV bukan berarti informasi terhambat, sekarang sudah banyak koran online dan juga bisa nonton streaming via internet. Walaupun koneksi internet  kadang-kadang juga lemot. Hehe…kali ini nontonnya hanya khusus untuk pertandingan yang ada tim ini saja :

I am a big fan of Der Panzer

********************************************************************

Akhirnya bisa juga saya bicara sedikit tentang bola. Selama ini hanya menjadi penonton dan pengamat, tanpa komentar banyak. Ini adalah tulisan yang tertunda sejak Liga Indonesia kemarin yang akhirnya baru bisa selesai ketika Piala Dunia dimulai. Setelah membaca tulisannya mas daniel di sini. Mas daniel,,maaf kelamaan..bikin PRnya..Hehe ;-).

Iklan

59 pemikiran pada “Rina Bicara Dikit tentang Bola

  1. ga terlalu suka sepak bola sih, tp paling suka klu nonton final piala duniany aj 🙂
    yuppp….setuju, berharap dunia per-sepakbola-an indonesia terus bangkit, semoga ^_^

  2. Alhamdulillah kabar Q baik, semoga Rina juga dalam kondisi fit agar bisa menjalankan aktifitas dengan baik &lancar,

    Ulasan yang menarik..

    waaah ternyata Rina ini pendukung setianya Jerman ya,

    Kalo aku tertuju pada tim Italia, sepertinya dengan materi pemain yang ada (semoga saja) bisa tembus babak Final World Cup 2010

    syukur2 final bisa ketemu Jerman, hehe..

  3. hoho…. mantap jg info na tentang bola….
    bleh… klu dr q pilih argentina, spanyol, italiya, prancis,..hehehe…. kebanyakan ya…
    tp, pokok na slh satu dari itu mask fina n juara,.hahaha……

  4. saya juga tak habis pikir..
    kalau masalah liga kita tak kalah semaraknya dg korea, jepang,…
    tapi kita kok belom bisa memilih sebelas pemain terbaik..dianatara sekian bintang yang bertebaran…
    di club2 nasional..
    masa ditingkat asia tenggara aja kita ga punya gigi hehe…
    jadi kira2 faktor apa ya??

    salam hangat sll, trims atas link nya…

  5. Wah, setelah sekian lama menghilang dari peredaran ternyata kembali dengan ulasan piala dunia yang detail dan lengkap sekali. Hebat nih mampu membuat tulisan dengan sudung pandang yang berbeda. Nggak banyak lho perempuan yang mengerti ini

    • wah…mas ifan selalu memuji…ga segitunya mas..itu cuma pandangan saja..
      hehe lagian ini juga PR,,kalo ga dikasi PR mungkin saya ga bakalan bisa nulis ini …
      😉

    • semoga saja Indonesia bisa menuju Piala dunia ya mas…shg kita bisa mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di Piala Dunia
      wahh..mas din pendukung brazil ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s