Kangen Masakan Padang

Waahh…udah lama juga ga update. Tapi hari ini saya lagi tidak ada ide mau nulis apa. Yah….daripada kelamaan ga update, hari ini Rina akan bercerita tentang aktivitas hari ini saja. Mumpung hari ini ga ada kegiatan di luar rumah. Seperti yang pernah dikatakan kang ian, penting ga penting… yang penting update. Hehehe.. πŸ™‚ walaupun tulisan kali ini cuma nyampah.

"Katupek Gulai Cubadak (Ketupat dengan sayur nangka)"

Begini…hari ini saya kangen dengan masakan padang. “Taragak bana“, bahasa minangnya.Β Sebenarnya saya termasuk tipe orang yang tidak terlalu bermasalah dengan makanan. Sejak tinggal di Bandung, saya tidak selalu makan masakan Padang. Lebih sering beli lauk di warung tegal dari pada di Rumah Makan Padang. Namun, tadi pagi entah mengapa saya sangat ingin sekali makan masakan padang. Berhubung masih pagi, saya juga lagi ga pengen makan nasi, jadinya cari sarapan yang berbau Padang lah. Akhirnya ketemulah si lontong Padang, kalau di Padang kami menyebutnya ketupat bukan lontong.

Setelah itu, di perjalanan pulang nyari sarapan saya berhenti di pasar kaget sekitar Gerlong. Jadi pengen masak untuk makan siang dan makan malam. Berhubung sejak kejadian kompor gas meledak 3 bulan yang lalu, saya benar-benar menghentikan kegiatan masak memasak di kosan. Jatuhlah pilihan ke tahu dan bakso, mau bikin yang simple aja. Teringat dengan resep bakso goreng dari seorang teman.

Dimulai dari bahan-bahannya

Bahan-bahan

Bahan-bahannya terdiri dari : bakso, tahu, cabe merah, bawang merah & putih, jeruk nipis dan penyedap. Pertama- tama cabe merahnya dihaluskan dulu. Berhubung ga ada blender. Ya harus dihaluskan dengan cobekan. Hehe.. πŸ™‚

Setelah itu, bagian goreng menggoreng. Tahu dan baksonya dimandikan dengan minyak goreng yang panas. Berhubung di kos, belum berani pake kompor gas lagi, jadinya saya masak di kompor listrik yang kecil ini. Ga pa palah yang penting bisa masak, walaupun waktu memasaknya agak lama daripada masak di kompor.

Setelah selesai menggoreng semua tahu dan baksonya, lalu giliran cabenya digoreng dan jangan lupa di beri jeruk nipis dan sedikit penyedap. Kemudian, jika sambelnya udah agak matang dimasukkan kembali tahu dan bakso gorengnya supaya tercampur rata. After that, ready to be served. Taraaa…..jadilah “Tahu + Bakso Goreng Balado” untuk lauk makan siang dan makan malam.

Tahu + Bakso Goreng Balado

Akhirya kerinduan saya untuk makan masakan padang terobati juga. Walaupun ini sebenarnya bukan spesifik masakan padang, karena ada baksonya. Tapi menurut saya ini masakan padang, karena yang membuatnya orang Padang. Hehee…maksa banget :-D. Yang penting ada cabe merah yang pedas, sudah mengobati kerinduan saya dengan masakan padang.

Iklan

52 pemikiran pada “Kangen Masakan Padang

  1. Alamak… jadi laper….

    Ternyata ada satu lagi nih narablog yang bisa berkreasi di dapur :D. Kulinernya mbak sunflo bakalan ada saingan nih, hahaha πŸ˜€

    • hehe…kalo laper,,makan dong mas din..
      haha..tapi belum bisa menyaingi mbak sunflo nih mas…itu mah master…xixixi
      πŸ˜‰

  2. Tadi siang udah jajan peempek Haurmekar, skrg Pagie buta ginih liat makanan jd lapeeer … so sabar nahan sampe pagi sarapan “lontong sayur padang” Haurmekar samping benteng monumen πŸ˜€

    Hatur tararengkyu n semangat always πŸ˜‰

  3. waduh… 2..2nya..:
    “Katupek Gulai Cubadak (Ketupat dengan sayur nangka)”
    “Tahu + Bakso Goreng Balado”
    blm pernah makan nih… 😦

    ya terpaksa cuma nelen ludah … 😦

  4. Saya penggemar masakan Padang karena enak,cepat dan mudah dicari karena tersebar dimana-mana.

    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara ” Ungkapkan Opini Anda” dan ”The Amazing Picture ” dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

  5. kata orang masakan padang itu enak,,,
    tapi rasanya Qk belum pernah coba sama sekali…
    padahal warung masakan padang bertebaran dimana”,,
    hmm,,,
    jadi penasaran pengen coba

    HIDUP!!! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s