Pemberian Tugas Catatan untuk Membangkitkan Kembali Motivasi Belajar Siswa terhadap Pelajaran Kimia

Dari judulnya, seperti judul sebuah karya imiah. Yup…sebenarnya itu tugas PTK (Penelitian Tindakan Kelas) ketika saya PLK (Praktek Lapangan Kependididikan) setahun yang lalu. Berhubung sekarang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, saya ingin menuliskan sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan. Namun, kali ini saya coba menyajikannya bukan dalam bentuk karya ilmiah. Semoga bermanfaat.

sumber gambar : google images

Kimia merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Segala sesuatu yang ada di bumi ini, tidak terlepas dari kimia. Namun, kenyataannya di lapangan, siswa cenderung malas dan kurang menyukai kimia. Hanya beberapa orang saja yang tertarik dengan kimia, jumlahnyapun bisa dihitung dengan jari. Hal itu wajar untuk siswa kelas X yang baru mengenal kimia. Baru kenalan sudah ketemu dengan bahasa-bahasa kimia yang dianggap aneh. Hal ini tentu akan memusingkan bagi siswa sehingga mereka merasa kurang senang dan mengambil sikap cuek terhadap pelajaran ini. Jika di awal sudah tidak suka dengan kimia, bagaimana bisa memahami pelajaran ini hingga kelas XII.

Kenyataan lainnya yang saya temui dilapangan adalah banyak siswa yang tidak punya buku pegangan. Ketika belajar juga kurang suka mencatat pelajaran. Mereka cuma duduk manis dan memperhatikan guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas. Tentu saya sebagai guru praktek, masih belum bisa menakar. Apakah semua siswa benar-benar memperhatikan atau cuma matanya saja yang memperhatikan guru di depan kelas, namun pikirannya entah kemana. Jika ada yang memperhatikanpun, tentu semua penjelasan guru tidak bisa diingat dan direkam 100%. Ya..karena manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat. Buku pegangan tidak punya, mencatat pelajaran pun tidak mau. Kalau sudah begini, bisa ditebak apa yang terjadi ketika ulangan. Kenyataannyapun tidak jauh melenceng dari dugaan itu, nilai ulangan siswa umumnya di bawah standar.

Entah dari mana akar sumber masalahnya, sehingga saya menemui masih ada siswa yang tidak mau mencatat pelajaran di zaman sekarang ini. Jika dulu di zaman saya masih sekolah, mungkin kebiasaan membacalah yang menjadi masalah. Namun, saya dan teman-teman sangat takut jika catatan pelajaran tidak ada. Dengan adanya catatan pelajaran  itu membuktikan kalau kami belajar di sekolah. Namun, yang saya temui sudah bertambah parah. Tidak hanya malas membaca, namun juga malas menulis. Jika hal kecil ini tidak diperhatikan tentu efeknya akan lebih parah nantinya.

Saya mencari cara untuk menarik perhatian siswa ke pelajaran ini. Karena ini sebuah PTK, tentu dengan metode trial ‘n error dulu untuk mendapatkan metode yang pas. Awalnya pelajaran disajikan dengan metode ceramah biasa. Lalu diamati, berapa orang siswa yang memperhatikan pelajaran dan mencatat materi pelajaran. Yah,,dari hasil pengamatan awal, hampir seperlima dari jumlah keseluruhan siswa yang benar-benar memperhatikan. Bisa dihitung dengan jari dan orangnya itu-itu saja, sehingga mudah diingat. Lalu pertemuan berikutnya, saya berikan tugas mencatat pelajaran. Semua siswa diwajibkan mencatat pelajaran yang dijelaskan guru kemudian diakhir pelajaran semua catatannya di kumpul dan diperiksa satu persatu.

Catatan, memang hal yang biasa dan bukan ide baru. Kenapa saya memilih tema catatan, karena saya fikir dengan menulis minimal menambah aktivitas siswa dalam belajar selain mengamati. Seperti prinsipnya belajar, semakin banyak aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses belajar, akan membuatnya semakin mengerti. Seperti yang dinyatakan Confusius,

“Yang saya dengar, saya lupa. Yang saya lihat, saya ingat. Yang saya kerjakan, saya pahami.”

Materi pelajaran berupa teori, tentu tidak bisa dikerjakan dengan praktikum. Maka pelajaran berupa teori ini, tentu harus dituliskan supaya lebih paham dan lebih teringat di memory otak. Namun, semua yang direncanakan tidak berjalan mulus. Walaupun sudah diwajibkan, di awal-awal penerapan siswa yang mematuhi dan melaksanakan tugas ini hanya setengah dari jumlah siswa. Catatan yang dikumpul, diberikan nilai plus (+) jika catatannya lengkap dan rapi. Namun, yang catatannya kurang lengkap mendapat nilai minus (-), kemudian dikoreksi dimana letak kesalahan dan kekurangannya. Terakhir jangan lupa menyelipkan kata-kata motivasi, agar siswa semakin tertarik untuk belajar, terutama kimia. Dengan begitu, siswa akan merasa diperhatikan dan dihargai atas apa yang dia lakukan.

Cara sederhana untuk membangkitkan kembali minat belajar siswa dengan memberikan perhatian lebih. Setidaknya, mereka sudah mempunyai catatan pelajaran yang bisa dibaca ulang ketika menghadapi ulangan. Jika sudah terbiasa mencatat pelajaran di mata pelajaran kimia, diharapkan di mata pelajaran lain mereka juga akan terbiasa menuliskan dan mencatatnya kembali. Ini saya terapkan sekitar delapan kali pertemuan. Setelah itu, saya coba untuk tidak memeriksa catatan mereka. Ternyata, mereka tetap mencatat. Begitu juga pertemuan berikutnya sehingga mencatat pelajaran sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Semoga kebiasaan itu bisa menjadi kesenangan bagi mereka.

===========================================

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Iklan

32 pemikiran pada “Pemberian Tugas Catatan untuk Membangkitkan Kembali Motivasi Belajar Siswa terhadap Pelajaran Kimia

  1. Komplit banget mbak… sekalipun teknologi sudah sedemikian canggihnya, suara bisa direkam, pelajaran bisa langsung diketik, tetapi efek yagn didapatkan dengan mencatat secara tradisional tentu akan beda, dan katanya, orang-orang di Jepang itu dinilai dari catatannya, catatan menunjukkan karakteristik dan keterdidikan mereka.

    Selamat hari pendidikan nasional

  2. Sekalipun teknologi sudah sedemikian canggihnya, suara bisa direkam, pelajaran bisa langsung diketik, tetapi efek yagn didapatkan dengan mencatat secara tradisional tentu akan beda, dan katanya, orang-orang di Jepang itu dinilai dari catatannya, catatan menunjukkan karakteristik dan keterdidikan mereka.

    Selamat hari pendidikan nasional

  3. Kadang ada anak jenius yang mampu mengingat intisari pelajaran dari gurunya. Ketika di kelas dia tidak mencatat apa-apa, tapi di rumah dia menuliskannya di catatan yang tak pernah dibawanya ke sekolah. Gurunya sampai heran kok bisa dia mendapat nilai bagus, padahal buku catatannya selalu kosong. 🙂

    • Waaahh…siapakah anak yang jenius itu ? (jangan-jangan asop ya? hehe)
      Waah…anak itu tipe pembelajar sejati ya….mantap

  4. bener mbak, teori tidak bisa jika tidak dicatat dan dilatihankan terus menerus, karena itu melatih insting saat menghadapi soal-soal, karena telah sering latihan sehingga penalaran akan jawaban soal2 menjadi lebih mudah daripada yang tidak mencatat dan tidak mengerjakan latihan.

  5. salam sahabat
    wah saya delima sama bahasa indonesia, nilei bahasa indo aku kemarin cuman 7,2
    untuk kimia dan matematika dapet 8
    mampir balik ya neng

  6. membuat catatan itu pentung bagi siswa karena daya ingat manusia terbatas.
    Pada saat dijelaskan mungkin tahu tetapi beberapa jam kemudian bisa saja lupa. Jadi sebaiknya siswa dianjurkan untuk mencatat.
    Salam hangat dari BlogCamp

  7. Sebuah metode yang saya rasa cukup efektif mbak. Saya lebih suka mencatat penjelasan dosen dengan cara saya sendiri, Nama kerennya mind mapping. Daripada dosen yang kasih catatan.

  8. Dulu sewaktu SMA kelas 1 kimia saya biasa2 saja. Kelas 2 SMA kimiaq lumayan naek nilainya. Yah saat itu mulai suka pada kimia karena cenderung lebih mudah daripada fisika dan q dilatih oleh seorang guru les yang ahli dalam 3 bidang yaitu fisika,kima dan MAT. Tapi setelah kelas 3 SMA, kimia ku jadi jeblok. Gurunya yang ngajar kelas 3 sungguh membuat diriq tidak paham ditambah lagi guru lesq 3 bidang pergi meninggalkan kami begitu saja. Otomatis nilai merosot. Tapi q tetep bisa bertahan dengan nilai 6 tidak sampai 7 di akhir UAN.

  9. nice posting…….
    i like it……
    dilema yg dihadapi oleh guru sekarang ini adalah…. kurangnya minat siswa terhadap belajar….
    ditambah lagi sebelum mereka masuk SMA, mereka sudah dihadapi pada momok yg menakutkan dari pelajaran kimia….
    mereka mengganggap pelajaran kimia, pelajaran yg sangat sulit dan guru2nya rata2 killer…. sebenarnya pelajaran kimia sudah mulai diperkenalkan pada tingkat SMP….yaitu materi tentang perubahan materi dan sistem periodik unsur……
    sekaranglah saatnya guru2 kimia harus pintar berinovasi dalam menyajikan pelajaran kimia agar kimia menjadikan pelajaran yg mengasikkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s