(Ternyata) Di Sini Sama dengan Dunia Nyata

Selama satu bulan (kurang dua hari) ini saya memiliki kesibukan baru, yaitu belajar. Loh…belajar kok dibilang baru, bukannya dari kecil udah belajar? Lebih tepatnya pelajaran baru, yang lumayan mengasyikkan. Belajar yang saya maksud adalah belajar ngeblog ;-).

Dimulai dari pengamatan blognya para blogger pendahulu. Diawali dengan pengamatan gaya menulis di blog. Kelihatannya bahasa yang digunakan dalam blog itu bahasa lisan ya. Kebanyakan yang saya lihat seperti itu. Jadi, seperti bercerita dengan teman, sehingga bacaannya terasa ringan dan dekat. Awalnya saya agak susah untuk menulis dengan bahasa yang santai dan rileks. Mungkin karena saya orangnya serius dan dulu kalau nulis sering terikat dengan EYD dan struktur bahasa baku.

Lalu dilanjutkan dengan pengamatan berikutnya. Pengamatan mengenai kebiasaan berkomentar dan saling berkunjung. Saya yang bisa dibilang masih awam dengan blog ini, tidak mengerti dengan yang namanya Page Rank atau angka-angka ribuan (atau malah ratusan ribu) yang ditunjukkan alexa. Tujuan saya ngeblog ya cuma ingin menuangkan uneg-uneg dan belajar menulis kembali. Awalnya saya berfikir, alhamdulillah kalau ada yang membaca dan berkomentar. Jika tidak ada yang membaca juga tidak apa-apa. Ketika tulisan uneg-uneg itu dikomentari, tidak terkesan ngomong sendiri seperti yang pernah diungkapkan masdin.

Begitu mendapat kunjungan dan tulisan kita dikomentari, sebaiknya kita berkunjung balik begitu saran Isil ketika saya mendapat komentar pertama di blog ini dari Edy Kurniawanto. “Begitu etika di dunia blog kak”, kata Isil.  Sama seperti di kehidupan nyata, jika rumah kita dikunjungi sahabat, tentu ada saatnya kita juga mengunjungi rumahnya. Ketika cerita kita didengar dan ditanggapi, tentu teman kita juga akan bahagia jika ceritanya didengar dan ditanggapi. Dengan memberikan komentar salah satu cara untuk menunjukkan kalau kita ada. Tidak hanya berkunjung lalu pergi tanpa meninggalkan jejak.

Lanjut Isil, di dunia blog kita bisa menemukan sahabat, kakak, adik atau bunda dan ayah seperti di dunia nyata. Kita bisa menemukan keluarga. Namun, itu tidak instant. Itu bisa kita temukan dengan menjalin hubungan yang baik selama beberapa waktu. Tentu ada prosesnya. Yup…di dunia nyata pun, kita tidak langsung bisa dekat dengan orang lain yang baru kita kenal, tentu ada proses untuk bisa menjadi dekat.

Hmm…ternyata di sini sama dengan dunia nyata ya. Sama dalam hal hubungan sosialnya. Ok lah kalau begitu. Saya akan melanjutkan pengamatan-pengamatan berikutnya sekalian blogwalking. 🙂

Iklan

18 pemikiran pada “(Ternyata) Di Sini Sama dengan Dunia Nyata

  1. …asslamualaikum kakak…^^

    Dah hoby ngebloG y skrg?,mmm…jd inget blog bayu yg terabaikan sekian lama…hehe

    Kira-kira gmana y kak cara menjaga motivasi menulis di bloG biar blognya ga ‘terabaikan’…thanx before…

    WasslmualaikUM..^^.

    • Wa’alaikmslm Bayu…
      Hehehe..cuma iseng tempat menuangkan uneg-uneg….

      Waa…kak belum pantas ngasih tips nih…
      Kak baru belajar, usia blog ini aja masih 1 bulan (kurang 1 hari)
      Kak juga ga tau ke depannya blog ini akan eksis atau malah terabaikan..hehe

      Yang penting sekarang mah… semangat…
      Kalau ada bahan, ya langsung tulis…
      Kak yakin seorang BTS pasti banyak ide dan bahan yang akan dituangkan, tinggal realisasinya aja…
      Ayo Bayu…mari Go Blog !!
      AZA – AZA FIGHTING !!!

  2. yups…begitulah kak….
    ngeblog bisa diibaratkan seperti rumah…

    kalau lama ditinggalkan akan berdebu, dan sekurang2nya harus disapu tiap hari..
    tiap tamu yang datang juga harus dijamu dengan baik dan ramah…
    hehe

  3. Benar mbak Rina. Saya juga masih baru dalam penulisan blog. Masih banyak hal yang belum saya mengerti. Kalau mbak rina, tulisannya itu oke lho. Cara bertuturnya juga seperti orang yang memang memiliki keahlian dalam bidang tulis menulis. Tinggal widgetnya aja yang perlu diperbaiki lagi supaya terlihat rapi. Sedangkan saya, untuk menulis sesuatu saja rasanya perlu berjam-jam untuk akhirnya bisa diposting. Habis, terlalu banyak editan dan kadang mengalami kebuntuan mau menulis apa 😆

    • Hmm…makasi mas ifan…bikin saya melayang aja
      saya juga baru belajar kok…
      masih sering edit sana sini juga 🙂
      yang penting semangat 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s