Selamat Hari Bumi

Kabarnya hari ini (22 April) bertepatan dengan Hari Bumi yang diperingati secara internasional ya? Bener ga sih?hmmm… anggap saja iya. Soalnya di luaran sana orang-orang lagi gembar gembor hari bumi pada tanggal ini. Sebenarnya saya juga tidak tau pasti apakah hari bumi itu diperingati hari ini (22/4) atau tanggal 20 maret.

Kalau nggak salah sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 20 maret di televisi juga diberitakan bahwa hari tersebut adalah hari bumi, beserta himbauan untuk mematikan listrik selama satu jam pada malam harinya.

Yaah…kapanpun hari bumi itu, yang jelas pesan yang terselip adalah kita harus menjaga bumi yang sudah semakin tua ini. Tidak hanya satu hari ini saja sebagai ceremonial, namun kita harus menjaga bumi ini setiap saat. Kata temen saya (ga tau itu murni pendapat dia atau ngutip dari orang lain juga..hehe 😉 ), begini :

“Bumi kita bukan warisan dari nenek moyang tapi pinjaman dari anak cucu”.

Jadi, kalau yang namanya pinjaman berarti nanti kita harus mengembalikannya dong. Masih berhubungan dengan hari bumi, saya jadi teringat dengan sebuah surat. Surat dari masa depan yang sering saya bacakan di kelas, jika siswa-siswa saya sudah mulai jenuh dengan pelajaran. Sekedar memberi motivasi agar tidak jenuh belajar sekaligus himbauan untuk save our earth. Yah…sekali mendayung, dua tiga himbauan tersampaikan juga.

Surat ini sudah lama beredarnya, kalau nggak salah sekitar tahun 2002. Namun, pada hari ini saya ingin menuliskannya kembali, sekedar pengingat bagi kita semua jikalau lupa. Kira-kira isinya seperti ini :

Kepada

Yth. Manusia Zaman Sekarang

Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi.

Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku. Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar. Setiap rumah punya halaman dan taman yang indah dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR”

Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.

Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morphology manusia mengalami perubahan yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku.  Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga ! Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi. Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini! Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunanmu kelak”

“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”

Tulisan ini dipublikasi di majalah “Crónica de los Tiempos” April 2002.

(Translation in free bahasa: Yuliana Suliyanti, Aug 2007)

Tentu saja itu bukan surat beneran dari masa depan. Namun, isi surat itu mungkin saja bisa jadi kenyataan, jika di bumi ini sudah tidak ada air lagi. Penulis surat itu mengemukakan kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi jika air menjadi barang langka. Mari kita selamatkan bumi dimulai dari saat ini dan dari diri kita. Seperti katanya Aa Gym

Mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini

One man one tree….Yupss…G.O  G. R. E. E. N 🙂

Iklan

14 pemikiran pada “Selamat Hari Bumi

  1. wow.. bagaimana dg laut? apa tidak bisa di suling… walaupun air tercemar oleh daratan, tp perlu kita ingat bahwa perbandingan laut dan daratan 3:1
    aq jadi ingat atlantis.. pusat peradabn yang tenggelam.. bukan karena kekeringan.. juga teringat film waterworld, dunia ini menjadi lautan…
    Pada suatu hari nanti, bumi ini menjadi biru..

    • Pertanyaan yang bagus dari anak kelautan ne. Waa…jadi malu.
      Terlepas dari apakah nantinya bumi ini akan menjadi laut atau malah kekurangan air,tapi menurut logika saya jika pemanasan global sudah semakin meningkat dan suhu bumi tidak terkendali lagi,,bisa saja air yang ada di bumi semakin kering karena penguapan. Sehingga ilustrasi yang dituliskan si pembuat surat bisa saja terjadi.
      tapi apapun kenyataannya nanti…Mari kita sama-sama menjaga bumi ini 😉

      Kira-kira menurut teori kelautannya gimana ya??(boleh dong bagi-bagi ilmunya)

      • waduw.. penguapan? jadi awan? lari kemana? ke luar angkasa yang dingin? jadi air lagi.. hampir menyentuh bumi menguap lagi? lama2 jadi awan besar, menutup sinar matahari, masih mungkin terjadi hujan kan?

        sebenarnya ni bukan teori kelautan, tp teori ttg hujan..
        kelautan tu bahas nya explorasi minyak lepas pantai.. bukan hujan… hehehe ni pengetahuan umum aja…

        pernah denger ceritanya john tritor dari tahun 2038?
        klo googling pada tahun 2001 banyak cerita hoax.. yach daripada percaya cerita yang g jelas, mending tu dibuat dongeng atau cerita tidur anak2 seperti yang telah anda lakukan untuk mencegah global warming… ^_^

      • teori hujan hehe dari SD juga udah dipelajari kok…
        anak SD juga tau itu bukan teori kelautan..

        kalo hujannya ga bisa ditahan atau disimpan oleh bumi di dalam tanah, karena pohon-pohon udah ga ada lagi gimana??nah lo…
        di surat itu juga dituliskan :
        ” Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi”

        Kalo boleh saya bercerita, ketika pasca gempa sumbar beberapa waktu lalu, kami juga mengalami kelangkaan air bersih karena listrik dan PDAM mati. Di pariaman, juga dilakukan penyulingan air laut untuk mengatasi ini. Namun, alat penyulingan air laut itu alat dari relawan luar negeri. Sekarang di zaman yang masih ada mata air, air sungai, dan laut, orang sudah kalang kabut karena kelangkaan air bersih beberapa hari saja. Mungkin anda pernah melihatnya di TV waktu itu. Bagaimana nanti jika keadaannya sudah semakin buruk seperti yang dituliskan si penulis surat di atas?

        Sebenarnya ga perlu berdebat tentang surat itu. Saya juga tidak menyuruh anda untuk mempercayainya. Saya cuma ingin mengambil sisi positif dari pesan yang disampaikan surat itu. Kalau anda mau komplain tentang surat itu silakan langsung ke penulisnya,,,
        Waaa…malah tambah parah kalo ini dijadiin dongeng atau cerita tidur anak-anak
        bisa-bisa anak kecil dihantui mimpi buruk 😉

  2. waw,.,.anak PPIPM mau mengepakkan sayapx ne,.,.jadi penulis ya sekarang,.,jgn lupa kirim tulisan ke Ganto yach,.,.tp gambar tulisan hari bumix bagus,.,n tulisan2x juga pada bgus,.,.he

  3. two thumbs up na !!!!
    hehe…senengnya rina mengutip kata2 ima ( narsis lageee…heh)..iyah….kita hrus jaga bumi kta…
    buat cewek2 , ima mo promosiin ” Green is new pink !!! ”
    hijau lebih indah teman…, gak ingin kan liat bumi kita tandus?? pasti lebih suka liat yg hijau2…
    mulai dr diri sendiri dulu yg sederhana2 aja , misalnya bawa kantong belanja sendiri yg bisa kita pake berulang2 jd menghemat pemakaian kantong kresek..trus, gak pake kendaraan pribadi kalo keluar rumah seru juga lho, kan selain hemat bensin kita ngurangin polusi…, trus jgn biarkan laptop hidup semalaman karena ini berarti pemborosan energi..
    masi banyak lagi yg bisa kita lakukan untuk bumi kita,,,,,tetap semangat yah teman2 !!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s