Kapan Ngeblog Lagi?

“Kapan ngeblog lagi?”

Itu pertanyaan yang sudah biasa dan sangat sering saya dengar karena saking sudah lamanya saya tidak menambahkan curhatan baru di blog ini. Ada teman yang nanyain,

“Itu adik kamu ulang tahunnya lama banget ya?”.

Hahaha :-D sebenarnya nyindir, kok postingan di blog masih itu-itu aja. Saking seringnya menerima kalimat semacam itu, saya jadi biasa dengan sentilan-sentilan seperti itu. Saya tidak lagi merasa tersentil.

Haduuuh..parah pisan nih hati. Bandel :-( .

Lalu ada lagi yang bilang, kangen dengan tulisan-tulisan saya. Wew…masa’ sih ada yang merindukan tulisan saya? Sebenarnya itu kalimat untuk menyemangati, tapi saya merasa agak berlebihan :-/. Saya sadar. Saya adalah orang yang baru belajar merangkai kata, masa’ ada yang bisa kangen dengan tulisan saya yang isinya cuma curhatan semua.
Hem…lagi-lagi saya masih bertahan dengan kehiatusan saya. Hati saya belum tergerak untuk membuka dashboard ini.

Bahkan, saya menyadari kalau kemampuan bahasa saya sudah semakin parah akhir-akhir ini. Baik komunikasi secara lisan maupun tulisan. Untuk berbicara lisan dalam Bahasa Indonesia saja, saya sering kehilangan kata dan lupa vocabulary. Untuk menulis makalah, saya sering stuck dan kehabisan kata-kata. Huaaah :’((  semua itu terjadi karena saya sudah jarang membaca dan menulis.

Sampai suatu ketika, saya membaca quote Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a

“Ikatlah ilmu dengan tulisan”

Dalam sehari saya melihat kalimat itu sebanyak dua kali. Hati ini mulai bergetar, dan bertanya

“kemana waktuku selama ini?”

“kenapa pelajaran hidup yang aku terima selama ini tidak kuikat dengan tulisan?”

Hati yang bergejolak tetaplah bergejolak, tapi tangan ini baru sampai membuka-buka arsip lama di blog. Melihat-lihat siapa yang bertamu. Cuma sebatas itu.

. . . . .

Lalu, di suatu pagi yang dingin. Seperti biasa, bangun tidur lalu sholat dan nyalain laptop. Baru saja buka FB, langsung saya dihadapkan dengan status seorang adik. Seperti ini isinya :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

— ∙Pramoedya Ananta Toer∙—

Ini dia, status itu telah berhasil membuat saya galau pagi-pagi. Ngena banget. Tiba-tiba yang nulis status ngajak chatting dan nanyain, “kak, sekarang kok udah jarang ngeblog? Sibuk banget ya?”

Hem…ga tau mau jawab apa. Kalau dibilang sibuk, semua orang juga sibuk, tapi masih sempat menulis. Sibuk bukan alasan untuk tidak ngeblog. Saya sudah sangat sadar dengan itu. Entahlah…

Sebut saja namanya Budi, adik yang ngajak chatting tadi, dia terus mengejar kegalauan saya dengan kalimat-kalimat yang tidak saya sangka itu telah menjadi kalimat-kalimat motivasi. Walaupun percakapan kami pagi itu sangat singkat,  tapi cukup membuat saya on fire lagi untuk menulis di blog ini. Minimal satu paragraf per hari.

Pagi itu saya bertekad untuk menyicil tulisan curhatan tiap harinya. Jika tidak bisa selesai dalam satu hari, dicicil minimal satu paragraf per harinya ;-) .
Saya tidak ingin menulis lalu menghilang, kembali lagi lalu menghilang lagi, begitu siklus itu terus berulang. Mulai saat ini, saya ingin memutus lingkaran itu.

Saya tidak ingin berulang-ulang mendapat kalimat , “welcome back” ;-) dari teman-teman yang mengunjungi blog ini.

*sumber gambar : dari sini

13 tanggapan untuk posting ini.

  1. Hayoookk semangat ngeblog lagi mba rina.. Kutipan dari pak pram saya kutip lagi ah utk di fB.. Hehehe :)

    Balas

    • Bismillah. Mencoba memulai lagi mas
      mangga…silakan kutip aja selama itu bermanfaat dan dapat menyemangati org lain mari kita sebarkan ;-)

      Balas

  2. yukk ngeblog lagii.. semangaat! :)

    Balas

  3. horeee, akhirnya kembali juga :D

    Balas

  4. hayuuukkk, semangaat lagi…
    sampaikanlah walau satu ayat katanya.. :D

    Balas

  5. Alhamdulillah, semangat kak, :-)

    Balas

  6. Kalo udah yakin mau ngeblog rutin lagi, sempatkanlah blogwalking, oke? ;)

    Balas

  7. akupun sempat memnghilang dua bulan dan juga kena semprit mr wp sehingga harus membuat yang baru

    Balas

  8. Salah satu karakter yang diajarkan blog adalah Disiplin dan berpikir teratur…keep posting

    Balas

  9. Keceriaan dan caramu memandangku itu sangat familiar dan tentu masih aku ingat sampai sekarang membuatku tak membutuhkan waktu lama untuk meyakinkan hati pada waktu itu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 132 pengikut lainnya.